Twitter Facebook

Wong Probolingo Penemu Gocek ‘Scissors’ Ala Ronaldo

[UNIKNYA.COM] Bagi anda pecinta sepak bola, tentu sudah tidak asing lagi melihat penampilan menawan dari sang Fenomeno Ronaldo Luiz De Lima dalam mengolah bola. Atau aksi memukau Denilson, Ronaldinho, Robinho dalam mencetak gol spektakuler. Atau mungkin, pemain yang tengah bersinar saat ini Neymar & CR7 ? Decak kagum kerap timbul saat kita menyaksikan mereka beraksi dengan gaya khas mereka mengelabuhi lawan dengan gocek Scissors (gunting) atau yang dikenal dengan gaya Pedalada.

Gocek Scissors merupakan teknik menggerakan kaki menari-nari di atas bola – seperti gerakan menggunting untuk menipu lawan. CR7, Denilson, Ronaldo, Robinho, dan Ronaldinho mahir sekali menggunakan teknik tersebut.  Tapi,  pemain yang pertama kali mempertontonkan gocek maut ala scissors atau pedalada ini bukanlah berasal dari para pemain bintang dunia asal Brasil, melainkan terlahir dari pemain bola kelahiran Probolinggo, Jawa Timur. Indonesia harus bangga!

Setelah mengadakan penelitian media cetak dan arsip di Belanda, para pengamat bola menyimpulkan bahwa yang pertama kali mempertontonkan gaya scissors atau gunting itu adalah Lawrence “Law” Adam, pemain keturunan Belanda Indonesia yang terlahir di Probolinggo, Jawa Timur.

Law Adam

Pria kelahiran 11 Juni 1908 itu pindah dari Probolinggo ke Belanda pada usia remaja. Di Belanda ia sempat bergabung dengan kllub H.V.V. Den Haag. Di sanalah ia mempertontonkan gerakan dribbling scissors seperti yang sekarang sering dilakukan banyak pemain kelas dunia. Karena gerakannya yang menakjubkan dan menarik perhatian, pemain keturunan Hindia Belanda  ini sempat menjadi rebutan. Bahkan, Law Adam dinyatakan sebagai pesepakbola pertama yang memiliki paspor ganda dan memperkuat timnas senior dua negara berbeda dalam dua tahun berturut-turut.

Satu kali ia memperkuat timnas Swiss lawan Austria, 27 Oktober 1929 di stadion Wankdorf Bern, dalam turnamen antar negara Eropa Tengah. Padahal Swiss terkenal sangat ketat dalam mengeluarkan paspor kepada orang asing. Setahun kemudiann, mendengar ada warganya jadi bintang di negara lain, asosiasi sepakbola Belanda, KNVB langsung memintanya untuk bergabung dengan timnas Oranje. Akhirnya Law Adam memperkuat timnas Belanda sebanyak 11 kali.  Sebelum akhirnya mundur karena alasan kesehatan.  Ia aktif untuk timnas Belanda mulai 02 November 1930 sampai 22 Januari 1933.

17-4-1932 scoort tegen Belgie BB

slaapcoupe Denemarken 14-6-1931 BB

Pada musim semi tahun 1933, Adam kembali bermain untuk HVV Den Haag, tapi masalah jantung memaksanya untuk mengakhiri kariernya beberapa bulan kemudian, pada usia 24. Dia meninggal pada tahun 1941, pada usia 32, saat pertandingan persahabatan antara klub sepak bola Thor dan Anasher di Surabaya.

Walaupun sekarang gerakan “Adam the Scissorman” itu memiliki penamaan beragam: step over, pedalada, atau scissors, namun sejatinya gerakan itu pertama kali dipertontonkan Law Adam di klub H.V.V. Den Haag sejak 1929. Media Belanda menyebutkan bahwa gerakan itu kemudian ditiru oleh legendaris Ajax Amsterdam, Piet Keizer di era 1970an dan pemain-pemain dunia seperti Ronaldo dari Brasil di era 1990an, dan juga Denilson serta Robinho yang menyebutnya gerakan Pedalada.

Perincian dan pembuktian adanya gerakan scissors oleh pemain kelahiran Probolinggo disampaikan oleh Max G. Colthoff, mantan pemain junior klub H.V.V. tahun 1930an : “Saya melihat Adam menggerakan kaki kiri memutari bola, berlawanan arah jarum jam. Sementara bola menggelinding, kaki kirinya melingkar di atas bola dari sebelah kanan. Dikarenakan putarannya dari dalam ke luar, maka lawan terkecoh mengikuti arah kaki. Saat itu Law bisa melewati penjaga dengan menendang bola dengan kaki kanannya. Musuhnya terkecoh karena ia tidak melihat bola, tetapi gerakan tubuh. Ini selalu terjadi di posisi kanan luar. Penjaga lari ke kiri dan Law lolos ke sebelah kanan.”

Pemaparan itu oleh sejarawan dipandang sebagai bukti adanya gerakan yang belakangan juga dilakukan dan disempurnakan oleh pemain-pemain dunia di setiap ajang sepak bola baik UEFA maupaun Piala Dunia.

Pada ajang Piala Dunia di Brasil ini pasti gerakan yang pertama kali dipertontonkan pemain kelahiran Probolinggo itu akan muncul kembali. Dengan berbesar hati, kita akan menyaksikan gerakan scissors oleh CR7 ataupun Neymar, tapi dalam hati kecil ikut bangga bahwa sebenarnya dia melakukan gerakan temuan orang Probolinggo Indonesia. (**)

Sumber : dari berbagai sumber, uniknya.com, Juni 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>